Jumat, 30 Desember 2011

meet the children in 2011

in 2011 i am working in course for children... iam so confusing the first time to handle a child with the age 2-7 years old. because i don't have little sister and little brother , i must come out from my comfort zone, the first time i felt so tired, but i remember with some qoute like if you like your job you will be happy, so i try to like that and feel happy when i saw that children.

month by moth until now, iam aready 10 month see the children, wow so amazing the smile made my heart so happy, teach them to be a good person, thelp them learn , change their habitual to be more nice is one of my achivement

i learn from that child abut how to be :
- sincere
- happy
- affection
- Sad
- get more motivation
- etc

i hope in the next year i more understand them. more give my heart.....
I LOVE U 

Sabtu, 23 Juli 2011

Can, Could, May ( Asking Permission )

Sebenrnya saya sedikit agak bingung ketika teman saya berkata
Can I Borrow your Pencil ?
Could I Borrow Your Pencil ?
May I Borrow Your Pencil ?
and finnally i get the answer form youtube :) ke 3 kata tersebut mempunyai arti yang sama yaitu " bolehkah saya pinjam pencil mu? " but,, from that sentences its different situation let me explain one by one ^,^

1. Can I Borrow your Pencil ?
ketika kita mengucapkan kalimat ini berarti sangat darurat sehingga ketika kamu meminjam ke teman kamu sebuah pensil, kita tidak memberikan kesempatan teman kita untuk berbicara. dan kita langsung mengambil pensil tersebut

2. Could I Borrow Your Pencil ?
Ketika kita mengucapkan kalimat ini berarti kita memberikan kesempatan kepada teman kita yang akan memberikan pinjam pensil tersebut dengan dia berkata : Yes Or No


3. May I Borrow Your Pencil ?
ini adalah kata yang sopan dan bisa di bilang kata formal dalam bahasa inggris


Semoga Bermanfaat ... :D don't Confuse again ok ! :D


Selasa, 27 Oktober 2009

cheese

the day of blogger

finally, yesterday is the day of blogger, i hope human of indonesia can write they idea in blog, because good for information indonesia in same people indonesia whatever it :), the information is very different for grow the development of one's own , with information some one not outdated, also update :)
i hope many blog write about education indonesian, because with education people-people indonesia tobe smart. and can compete with the human in the other country...

advanced Indonesia.. !!!!

Kamis, 22 Oktober 2009

Untuk separuh jiwaku

Kurangkai sebuah tulisan ini
Untuk dirimu yang selalu bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini
Untuk dirimu yang selalu mempesona
memahamiku,mencintaiku apa adanya tidak kurang tidak lebih

Wahai perhiasan terindahku....
dimanapun engkau berada sekarang jangnlah gundah,janganlah gelisah
telah kulihat wajahmu dan aku mengerti
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku
percayalah padaku,akupun rindu akan hadirmu
aku akan datang,tapi mungkin tidak sekarang
karena jalan ini masih panjang
banyak hal yang menghadang
hatiku pun melagu dalam nada angan
seolah sedetik tiada tersisakan
resah hati tak mampu aku hindarkan
gelisah dalam diri,itu tanda aku sayang

Ukhtiku...
saat ini aku hanya bisa mengagumimu
hanya bisa merindukanmu
dan tetap berharap terus berharap
berharap kita akan bersama
jangan pernah berhenti berharap
karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup..

Kau terindah diantara bunga yang pernah Aku miliki dahulu
Kau teranggun diantara dewi yang pernah Aku temuai dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
Begitu indah kau tercipta untuk Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi
Kau teranggun yang pernah aku temui
Untuk kamu yang selalu aku nanti ,wahai engkau separuh jiwaku.........


Senin, 05 Oktober 2009

PENDIDIK (PART 1)

Pendidik biasa di sebut juga guru, yaitu orang yang mengajar sesuatu ke pada orang lain / anak muridnya, seorang pendidik di sebut berhasil apabila:
1. Menyadari bahwa dia akan mendidik, dan menyampaikan sesuatu dengan kejujuran atau keihlasan semata2 untuk mendapatkan ridha-NYa, sehingga dapat tersampaikan dengan baik
2. Seorang pendidik , dalam memberikan sebuah pelajaran atau ilmu, harus menghidupkan hatinya dengan apa yang sedang iya ucapkan sehingga membuat perkataannya menjadi sangat berbobot dan berpengaruh dalam jiwa seorang murid, karena apabila pendidik menyampaikan materinya dari hati akan tersmbung ke hati pula, dan apabila hanya keluar dari mulut saja tidak lebih hanya sampai ke telinga
3. menguasai metode dan mengenali ruang lingkup pendidikan. Pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Interaksi-interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan bagi orang lain. Menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan secara sengaja menggunakan instrukmen, mewarnai lingkungan sekeliling, menyusun bahan pengajaran yang sesuai, cara efektif penyajian dan ?keterlibatan aktif?. (Quantum Teaching, Bobbi DePotter dkk, 1999)
4. Senantiasa menambah ilmu. Senantiasa menambah ilmu dan mendalaminya, terutama biang ilmu yang hendak diajarkannya, ilmu apa saja. Sangat berbahaya jika seorang pendidik mengajarkan ilmu tanpa menguasainya. Sering terjadi kesalahan pada pendidik akan menghilangkan kepercayaan siswa kepada pendidiknya, jika sudah demikian akan terjadi ketidak serasian proses belajar, sehingga ilmu yang ditranformasikan tidak banyak memberikan pengaruh kepada siswa. (Muhith Muhammad Ishaq,2002).
5. Seorang pendidik harus memiliki argumen yang kuat untuk mendukung makna yang diutarakan dan harus memperhatikan kesesuaian argumen dengan makna tersebut. Ia harus memiliki keluasan dalam memilih argumen,
6. keteladanan. Siswa sering mencari-cari alasan untuk tidak tertarik: lubang-lubang dalam cerita kita, kontradiksi, ketidaksesuaian antara kata-kata dan tindakan kita. Tetapi semakin banyak kita memberi teladan, semakin mereka tertarik dan mulai mencontoh kita. Mengapa mereka tertarik? Karena mereka merasakan kesebangunan, kecocokan antara keyakinan dan perkataan kita dengan perbuatan kita. Jadi memberi teladan adalah salah satu cara ampuh untuk membangun hubungan memahami orang lain. Ini juga berarti anda tak usah terlalu bersusah payah, tetapi dampak untuk murid tetap lebih kuat. Plus keteladanan akan menambahkan kekuatan ke dalam pengajaran anda.? (Quantum Teaching, Bobbi DePotter dkk, 1999)
7. bukan eksekutor. Penelitian menunjukan bahwa ketidakberhasilan anak didik dalam berimfrovisasi dan berprestasi lebih didominasi oleh karena perlakuan lingkungnan yang melingkupi kehidupannya Ia harus menghindari klaim dan mengeksekusi anak didik dengan mendeskriditkan atau membebani mereka dengan sesuatu yang sulit untuk diwujudkan mereka, bila tidak ada keterpaksaan yang menyebabkan hal itu, itupun harus disertai dengan pendekatan yang mempertimbangkan segala aspeknya, itu pun masih dalam kerangka mendidik.
8. menghargai waktu. Pendidik teladan harus bertanggung jawab atas waktu mendidiknya. karenanya ia harus membiasakan diri hadir tepat waktu dan berusaha sekuat tenaga memberikan bekal yang baik, sesuai dengan waktu yang tersedia. Ia tidak boleh bakhil dalam mengutarakan materi tatkala yang hadir Cuma sedikit, karena boleh jadi manfaat penjelasannya bagus dan para pendengar terkesan dengannya, maka hendaknya ia mengembalikan keutamaan kepada Allah, bukan kepada kehebatan diri sendiri.
9. tidak mengabaikan pesan moral, Pendidik harus memberikan perhatian serius terhadap masalah keimanan dan kualitas pelaksanaan ibadah, dari segi kebenaran hukum-hukumnya dan penghayatan rahasia-rahasianya atau suasana hati dalam melaksanakannya, sehingga dapat membuahkan ketaqwaan dan ketinggian rohani. Ia harus memberikan perhatian khusus pada aspek akhlaq. Karena upaya meninggalkan akhlak tercela dan menghiasi diri dengan akhlak mulia itu butuh waktu, tenaga, kesabaran, pemeliharaan, pemantauan dari dekat dan pengawasan.Dengan demikian kredibelitas seorang pendidik yang hanya membanggakan diri dengan sekedar memfokuskan terhadap proses trasformasi semata adalah tidak pada tempatnya lagi-bahkan telah menyalahi standarisasi keilmiahan ilmu pendidikan itu sendiri. Sungguh tidak sehat sekiranya kita (para pendidik) mengajarkan kepada semua orang bahwa alam raya merupakan sumber belajar yang dapat memberikan segudang informasi, sementara siapa dibalik penciptaan alam raya itu kemudian dinafikan (disembunyikan) dengan dalih agar tetap mempertahankan standarisasi keilmiahan sebuah cabang ilmu. Oleh karenanya kepiawaian kita berbicara selamanya akan tetap berbeda dengan realitas dan nilai kebenaran yang hakiki. Inilah yang kemudian menghancurkan peradaban dan mengharubirukan sejarah kelam manusia sepanjang sejarahnya.

Aliran-aliran Klasik dalam Pendidikan dan Pengaruhnya Terhadap Pemikiran Pendidikan di Indonesia (part2)

lingkungan belajarnya sendiri sesuai dengan minat dan perhatiannya.
Dengan demikian, aliran Naturalisme menitikberatkan pada strategi pembelajaran yang bersifat paedosentris; artinya, faktor kemampuan individu anak didik menjadi pusat kegiatan proses belajar-mengajar.
d. Aliran Konvergensi
Aliran Konvergensi dipelopori oleh Wlliam Stern, ia berpedapat bahwa seorang anak dilahirkan di dumia sudah disertai pembawaan baik maupun pembawaan buruk. Proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan sama sama mempunyai peranan sangat penting. Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan sesuai untuk perkembangan anak itu.
aliran Konvergensi menganggap bahwa pendidikan sangat bergantung pada faktor pembawaan atau bakat dan lingkungan.
e. Pengaruh Aliran Klasik terhadap Pemikiran dan Praktek Pendidikan di Indonesia
Di indonesia telah di terapkan berbagai aliran-aliran pendidikan, penerimaan tersebut dilakukan dengan pendekatan efektif fungsional yakni diterima sesuai kebutuhan, namun ditempatkan dalam latar pandangan yang konvergensi.